Angka yang paling jarang dibicarakan tentang pasar modal Indonesia tahun ini: perusahaan menghimpun sekitar 48× lebih banyak dana lewat surat utang dibanding lewat IPO. Bukan karena IPO gagal — karena tangga pendanaan punya lebih dari satu anak tangga. S37
BEI menargetkan 50 pencatatan baru sepanjang tahun. Sampai 17 Juli 2026, terealisasi 7 — dengan 4 calon emiten dalam antrean. Konteks ini penting bagi perusahaan yang sedang menimbang waktu: pasar IPO sedang sepi, sementara pasar utang justru rekor. S37
| WBSA | BSA Logistics Indonesia | tidak diungkap |
| JECX | Nitrasanata Dharma | Rp609,97 miliar |
| RANS | Rans Entertainmen Indonesia | Rp429,25 miliar |
| BACH | Bach Multi Global | Rp271,83 miliar |
| EMMI | Esa Medika Mandiri | Rp245,74 miliar |
| JELI | Niramas Utama | Rp239,40 miliar |
| PRDL | Prodia Diagnostic Line | Rp62,74 miliar |
Seluruh calon dalam antrean beraset di atas Rp250 miliar. Tidak ada calon dari sektor energi, keuangan, infrastruktur, properti, teknologi, maupun transportasi. S38
Kalau perusahaan Anda belum siap IPO tahun ini, Anda tidak sendirian — dan itu bukan alasan menunda pendanaan. Peta rute pendanaan menunjukkan empat jalan lain di pasar modal, dan salah satunya justru membangun rekam jejak yang dinilai saat Anda mengajukan IPO nanti.
Lihat peta rute pendanaan → Cek kesiapan IPO Anda →Halaman ini adalah potret bertanggal, bukan umpan langsung. Setiap angka membawa tanggal dan chip sumber agar Anda tahu persis seberapa baru — dan seberapa lama — data ini. Kami perbarui saat BEI merilis angka baru.